TIPS Skripsi Cepat Selesai dalam 3 Bulan


Masa-masa mengerjakan skripsi barangkali menjadi masa terberat yang dialami mahasiswa. Selangkah menuju sarjana, tidak sedikit yang pada akhirnya gagal memakai toga karena depresi mengerjakan skripsi. Banyaknya meme-meme di social media tentang sulitnya mengerjakan skripsi, sedikit banyak tampaknya juga mempengaruhi psikis mahasiswa semester akhir, aduh takut nih ngadepin skripsi.

Namun, skripsi tidak seharusnya menjadi momok mengerikan. Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar skripsimu cepat selesai. Tips ini pernah aku terapkan ketika mengerjakan skripsi dulu. Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan skripsi hanya dalam waktu 3 bulan dan bonusnya menjadi mahasiswa lulusan tercepat dan terbaik sejurusan angkatan. Nah, berikut adalah tips-tips versiku.

1. Berdoa agar dipertemukan dengan dosen pembimbing yang baik hati

Bersama dosen pembimbing skripsi

Dosen pembimbing skripsi adalah faktor utama penentu bisa atau tidaknya skripsimu cepat selesai. Jika kamu membantah pernyataanku dengan alasan skripsi cepat selesai atau tidak ditentukan oleh faktor utama yaitu perjuangan mahasiswa itu sendiri, maka biar aku jelaskan pandanganku.

Banyak sekali senior atau teman-temanku yang cerdas, rajin dan berjuang mati-matian mengusahakan agar skripsinya cepat selesai, namun tidak bisa dan bahkan tertunda wisudanya karena satu hal yaitu dosen pembimbing. Pasti kamu juga pernah mendengar kisah tentang dosen pembimbing yang susah ditemui, tapi juga enggak mau ditelfon dan marah kalau dichat atau disms, diperparah menolak didatangi di rumah, tidak mengoreksi skripsi dalam waktu yang sangat lama, atau masalah lainnya. Could you imagine gimana mahasiswa bisa bimbingan atau paling tidak menyerahkan hasil skripsinya?

Maka, tips pertama dan terutama adalah berdoalah agar dipertemukan dengan dosen pembimbing yang baik hati. Namun, jika sistem di kampusmu  memberi kesempatan mahasiswa memilih sendiri dosen pembimbing skripsinya,  kamu punya peluang mendapat dosen yang kamu sudah tahu track recordnya dalam membimbing skripsi, apakah akan memudahkan jalanmu cepat selesai atau tidak. Semua itu dapat kamu ketahui dengan tanya senior-senior di jurusan misalnya.

Tapi, kalau sistem di kampusmu dosen pembimbing dipilihkan oleh pihak jurusan, maka banyak-banyaklah berdoa dipertemukan dengan dosen yang baik hati, yang akan memperjuangkan dan mendukung keinginanmu cepat selesai skripsi itu. Selain berdoa, kamu juga bisa menyiasati dengan memilih topik skripsi sesuai dengan keahlian dosen yang kamu inginkan untuk jadi dosen pembimbingmu.


2. Niat dan target yang jelas
Pict by Pixabay

Innamal a'malu binniyat. Sebelum mulai mengerjakan skripsi, hendaknya memiliki niat dan target yang jelas.  Ada banyak tipe orang mengerjakan skripsi, diantaranya skripsi yang penting cepat selesai terserah bagus atau tidak, skripsi yang biar lambat asalkan perfect, skripsi cepat selesai dan perfect. 

Nah, kamu harus milih dulu nih, kamu mau jadi tipe yang mana.
Kamu harus tau niatmu apa, sehingga kamu bisa menentukan target kapan skripsi ini harus selesai.

Kalau kamu milih menjadi tipe ketiga,  skripsi harus cepat selesai dan perfect, maka kamu harus mengencangkan waktu berjuang lebih dari tipe pertama dan kedua. 

3. Membuat dan mematuhi deadline sendiri

Salah satu faktor penyebab skripsi tidak cepat selesai adalah kegagalan mendeadline diri sendiri. Beda halnya dengan tugas kampus yang dideadline oleh dosen, misal besok sore tugas harus dikumpul, kalau skripsi kamu harus membuat deadline sendiri. Memang sih ada dosen yang memberikan deadline ke mahasiswa bimbingannya kapan skripsi harus selesai bab i, ii, iii dan seterusnya. Tapi, tidak sedikit dosen yang memberikan keleluasaan kepada mahasiswa, kalau mau cepat ya ayok, kalau mau lambat-lambat ya sudah. Its your business. Kalau dosen pembimbingmu bukan tipe pertama itu, maka kamu harus mampu membuat dan mematuhi deadlinemu sendiri!

Masalahnya, terkadang bertempur dengan rasa malas adalah hal tersulit bagi seorang mahasiswa. Tidak jarang, deadline yang sudah dibuat berakhir sebatas penghias dinding kamar tanpa pernah benar-benar memacu mahasiswa untuk menyelesaikannya.

Personally, untuk mengatasi masalah ini aku punya cara sendiri. Misal tanggal 1 Januari deadlineku harus sudah selesai BAB II. Nah kalau sampai aku gagal memenuhi deadlineku ini, aku berniat akan menghukum diriku dengan hal-hal yang merugikan, contohnya nraktir teman sekosan makan di solaria. Kan rugi ya! Karena gak mau rugi itulah, aku akan berjuang mati-matian memenuhi deadlineku. Berjuang mati-matian agar uangku tidak terbuang percuma haha :').

Oh iya, jangan memasang deadline waktu sungguhan, perkirakan tentang waktu cadangan.  Misalnya nih, jadwal sidang terakhir untuk wisuda terdekat itu tanggal 28. Nah, kamu menargetkan tanggal 26 sudah harus sidang. Maka, sebaiknya deadline yang kamu tulis di buku catatan atau bahkan dalam pikiranmu sendiri adalah jauh sebelum tanggal 26 itu, tanggal 20 misalnya. Memanipulasi deadline ini berguna untuk jaga-jaga, mana tahu ada hal-hal yang diluar perkiraan, proses administrasi misalnya. 

4. Relakan waktu santaimu, jangan malas-malasan!
Pict by Pixabay

Kalau kamu mau skripsimu cepat selesai, maka kamu harus lebih rajin dari orang-orang pada umumnya. Relakanlah waktu menonton bioskop di hari minggu, nongki cantik dengan teman-teman, atau waktu tidur siangmu. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan skripsimu.

5. Kalau Pusing, Jangan Berhenti. Teruslah Berfikir!
Pict by Pixabay

Sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan. Percayalah, tidak akan pernah ada skripsi yang tidak membuat pusing dan tidak akan pernah ada skripsi yang setiap saat membuat pusing. Artinya, kalau saat ini kamu pusing, maka hari esok, lusa atau minggu depan kamu sudah tidak pusing lagi, karena setiap masalah itu akan selesai.  Asalkan kamu menghadapi rasa pusing itu dengan terus berfikir menyelesaikan masalah skripsimu.

Kalau kamu menolak menghadapi rasa pusing dan terus-terusan mengeluh, maka sebenarnya kamu membiarkan rasa pusing itu menjangkitimu dalam waktu yang lebih lama lagi. 

6. Kalau memang pusing banget ya jangan dipaksain sih. Coba kerjakan hal-hal lain yang tidak memerlukan pikiran serius, bikin motto misalnya. 

Aduh! gak kuat lagi. gak bisa mikir beneran. Nah, kalau sudah seperti ini, jangan dipaksain, tapi juga jangan lantas menyia-nyiakan waktu. Gunakan untuk beristirahat dengan baik agar pikiran dapat fresh kembali, atau coba kerjakan hal-hal lain yang berhubungan dengan skripsi tapi tanpa harus berfikir keras, misalnya bikin motto skripsi, kata pengantar, lengkapin syarat administrasi sidang, dan sejenisnya. 

Karena pritilan-pritilan yang sering disepelekan ini, sebenarnya juga merepotkan dan menyita waktu khusus. Jangan sampai kamu sibuk dengan isi skripsimu, tapi pas mau daftar sidang malah terbentur dengan  syarat-syarat administrasi yang belum lengkap. Duh, nyesek!

7. Jangan perfeksionis!
Pict by Pixabay

Nasihat beberapa senior ketika aku baru akan mulai skripsian dulu adalah "Jangan Perfeksionis! karena skripsi yang bagus adalah skripsi yang selesai!" oke sip.

Dari cerita beberapa teman, mereka mengaku tidak puas dengan hasil skripsinya, meskipun sudah dikerjakan dalam waktu yang lama. Jadi, kalau kamu tipe orang yang perfeksionis tapi kamu pengen skripsimu cepat selesai, maka kamu harus sedikit mengubah sifat perfectionismu itu. According to my experience bcs im a perfectionist person too, setiap saat melihat skripsi selalu saja merasa ada yang kurang dan belum sempurna. Meskipun setiap saat diperbaiki. Kalau dibiarkan dan mengikuti ego selalu menyempurnakan skripsi, kayaknya kamu butuh waktu yang lebih dari satu semester deh!

8. Rajinlah bimbingan dengan dosen agar tidak terlarut dalam kebingungan
Pict by Pixabay

Dulu ketika skripsian, aku sering banget menunda bimbingan dengan dosen. Pernah 2 minggu berkutat dengan satu masalah yang akhirnya aku nyerah dan datang ke dosen pembimbing. Tidak sampai 10 menit bertemu dospem, ajaibnya masalah itu langsung clear. CLING! Tentu saja habis bimbingan langsung nyesal, duh tau gini kenapa gak bimbingan dari kemarin-kemarin aja ya hiks. 

Jadi, rajin-rajinlah bimbingan. Jangan nunda-nunda. Karena kamu diberikan dosen pembimbing itu untuk tempatmu bimbingan, bukan sekedar tempatmu melaporkan hasil akhir.  Oh iya, plus jangan takut ngechat dosen. Pengalamanku dan beberapa teman, takut banget mau ngechat dosen. Padahal dosen juga manusia. Kalau gak dibalas, mungkin beliau sedang sibuk. Aku yang selo aja kadang chat ketimbun dan lupa balas. Keep positive thinking!

9. Jika dosenmu punya karya, tidak salah kalau kamu jadikan referensi juga
Pict by Pixabay

Kebetulan dosen pembimbingku punya banyak karya tulis yang aku perlukan untuk skripsi. Jadi, dari pada mencari dan mengutip referensi dari penulis lain yang aku enggak kenal, mending  mengutip tulisan dosenku. hehe.

Nah, tugasmu sebagai mahasiswa skripsi, kamu harus cari tau 'siapa' dosen pembimbingmu itu, apa saja karya yang sudah pernah dia buat. Apalagi kalau dosen pembimbingmu adalah seorang doktor atau professor, pastilah karya-karyanya bejibun banyaknya. Semalas apapun kamu membaca, kamu harus baca hasil karya dosenmu! Apalagi kalau dospemmu itu sangat capable di bidang yang sedang kamu teliti untuk skripsimu. Hal ini akan sangat membantumu untuk mengenal lebih jauh siapa dan bagaimana dosenmu, dilihat dari hasil karya tulisnya.

Keuntungan lainnya adalah kamu punya tambahan bekal pengetahuan. Setidaknya kalau diajak ngobrol, akan ngerasa lebih nyambung, karena kamu pernah membaca isi pikiran-pikiran dosenmu lewat tulisannya.

10. Jangan setia kawan!

Barangkali ini terkesan sangat jahat. Tapi menurutku, skripsian adalah saat ketika kita sudah harus berlatih berjalan sendirian tanpa kawan. Di kehidupan yang sebenarnya paska lulus, kita akan menghadapi dunia sendirian. Masing-masing orang punya tujuan, target dan masalah hidup yang berbeda-beda.

Bisa jadi kamu adalah orang yang dituntut lulus cepat oleh orang tua karena faktor ekonomi, sebaliknya temanmu santai saja karena lahir dari keluarga kaya yang gak peduli berapa uang semesteran kalau lambat lulusnya.  Bisa jadi kamu dapat dosen pembimbing yang baik hati, tapi temanmu dapat dosen pembimbing yang susah ditemui. Bisa jadi kamu adalah anak yang super rajin dan siap menghadapi semua tantangan, sebaliknya temanmu lebih memilih malas-malasan dan menghindari tantangan.

Maka skripsian adalah saat ketika kamu tidak usah setia kawan, dalam artian tidak usah menunggu kawan. Selebihnya, kamu harus tetap jadi kawan yang baik untuk temanmu ya!


11. Setelah berjuang mati-matian, saatnya berserah kepada Tuhan


Manusia bisa memperjuangkan, tapi hasil akhirnya tetap di tangan Tuhan. Hanya saja, percayalah, Tuhan tidak akan menyengsarakan hambanya yang betul-betul sudah berjuang. Karena hukum alam,
hasil tidak akan pernah menghianati proses. Saatnya kamu menikmati hasil dari kerja kerasmu menyelesaikan skripsi selama ini, wisuda yeay!

1 Komentar

Anonim mengatakan…
Kisah cintanya bgtu rumit ya mbak..