Pengalaman Mengurus dan Contoh Surat Rekomendasi Dosen untuk Lanjut Kuliah S2

www.anitasartika.com

Memutuskan untuk lanjut kuliah ke jenjang S2, maka biasanya ada beberapa persyaratan masuk yang harus diketahui. Diantaranya adalah TOEFL, Surat Kesehatan, dan Surat Rekomendasi dari Orang yang mengenal kapasitas calon pelamar. Nah, di tulisan ini aku ingin berbagi pengalamanku mengurus surat rekomendasi dari dosen sekaligus berbagi contoh surat rekomendasi yang telah aku dapatkan. 

Sebenarnya beberapa kampus yang mensyaratkan surat rekomendasi, tidak jarang menyediakan langsung form surat rekomendasi ini, sehingga mahasiswa tidak perlu bikin format sendiri. Bahkan tidak jarang, kampus langsung mengirimkan email  ke si pemberi rekomendasi.

Namun kalau seandainya teman-teman sama kaya aku, di mana kampus tujuan tidak menyediakan form suratnya, nah ini pengalamanku gimana mengurusnya. Btw, kenapa aku tulis ini, karena sebagai  freshgraduate, awalnya aku kebingungan ketika harus membuat form surat rekomendasi sendiri. Kemarin di grup calon mahasiswa, teman-teman lain juga tampaknya kebingungan. Karena itulah, aku berharap tulisan ini nantinya bisa bermanfaat ya buat teman-teman. 

Cut to the case, berikut beberapa hal yang tampaknya perlu diperhatikan sebelum minta surat rekomendasi ke dosen. 

1. Ada obrolan terlebih dahulu

sumber pixabay

Membuat janji dengan dosen adalah salah satu hal penting dalam misi ini. Sampaikan maksud dan tujuan meminta surat rekomendasi untuk apa. Kalau aku kemarin chat via whatsapp aja sih. Karena memang sudah tidak tinggal di kota tempat kampusku berada.  
Kalau dosennya berkenan, baru deh kita datengin ke ruangannya. 

2. Pastikan Dosen Mengenal Kita, Atau Kalau Enggak Pastikan Kita Mengenalkan Diri
sumber pixabay

Karena surat yang diminta oleh kampus tujuanku adalah rekomendasi dari dua orang yang mengenal kapasitas calon pelamar, maka aku kemarin mutusin buat minta rekomendasinya ke dosen penasihat akademik dan dosen pembimbing tugas akhir. Aku berkeyakinan merekalah yang paling mengenal kapasitasku dibanding dosen yang lain. 

Tapi ada juga sih beberapa teman yang minta rekomendasi ke dosen yang bahkan enggak kenal sebelumnya. It's ok no problem, yang penting adalah kita mengenalkan diri kepada dosen calon pemberi rekomendasi tersebut.  Mengenalkan diri dalam artian memberi tahu 'gimana sepak terjang kita selama ini'.

Nah, setelah memastikan dua hal di atas sudah clear, ada beberapa tipe dosen pemberi rekomendasi ini menurutku.

Ada dosen yang berkenan menuliskan sendiri format suratnya, ada pula yang meminta calon pelamar mengirimkan draftnya via email, dan ada juga yang bersedia mengisi langsung form surat. 

Aku kemarin memutuskan untuk menyediakan form surat rekomendasi, sudah diprint, jadi dosen tinggal mengisi  Alasanku adalah agar tidak merepotkan bapak ibu dosen pemberi rekomendasi, apalagi mereka biasanya adalah orang-orang sibuk. Namun, 1 dari 3 dosen yang aku ajukan permohonan dan berkenan memberi rekomendasi, memintaku mengirimkan draft surat langsung ke emailnya. Berikut ceritanya.

1. Dosen Minta Draft Dikirim Via Email
Setelah dosenku merespon pesan whatsapp dan menyatakan berkenan memberi rekomendasi, beliau memintaku mengirimkan draft surat ke email beliau. Nah isi draft nya gimana? aku nyontek dari seorang kenalan yang sudah lebih dulu kuliah ke LN. isinya kurang lebih begini :

draft surat rekomendasi dosen untuk lanjut s2
Setelah kupelajarin, ternyata draftku ini kurang lengkap. Harusnya pengalaman internship, social activity misalnya ikut organisasi apa selama kuliah, dll harus juga dimasukin di draft ini. Judul tugas akhir juga salah satu yang ditanyakan oleh dosen pemberi rekomendasiku.

Nah, ini surat rekomendasi yang diberikan oleh bu dosen, my pleasure banget dapet surat beginian wkkw. Thank you Ibu dosen!
Contoh surat rekomendasi dosen untuk lanjut s2
2. Menyediakan form sendiri
Contoh surat rekomendasi dosen untuk lanjut S2 dari UIN Jogja

Sebagai generasi milenial, tentu aja ketika aku bingung menulis format surat sendiri aku bakalan bertanya ke mbah google. Banyak banget contoh surat rekomendasi yang aku dapetin, tapi tidak sedikit yang aku kurang srek dan ngerasa "ih kok kayanya aku ga bisa pake model ini deh". Kadang kita punya feel dan selera masing-masing kan gais, jadi ga semua contoh di google bisa kita tiru.

Kebetulan, kampus lamaku UIN Jogja, ternyata pernah menyediakan form surat rekomendasi untuk calon mahasiswa pascanya. At that time, i guess, kayanya enggak salah deh kalau aku pake form surat dari UIN Jogja ini aja. Secara ini almamaterku sendiri. hehe. Nah, kalau teman-teman juga mau lihat  dan download pdf contoh surat rekomendasi dari UIN Jogja, bisa Klik di Sini ya.

Setelah punya form surat rekomendasi, aku menemui dosen, terus beliau berkenan mengisinya. Tidak lama kok, paling 5 sampe 15 menit termasuk ngobrolnya.

sumber pixabay
Itu aja sih pengalamanku mengurus surat rekomendasi dari dosen untuk lanjut kuliah s2 beserta contoh surat yang aku dapatkan. Salah satu yang kuyakini penting kita sebagai pemohon rekomendasi lakukan adalah, tidak lupa dengan jasa pemberi rekomendasi. At least banget, ngabarin pemberi rekomendasi ketika kita sudah diterima di kampus tujuan. Lebih bagus lagi kalau udah sukses kita tetap menjalin komunikasi dengan bapak-ibu dosen ini. I am pretty sure, mereka pasti turut bangga dan bahagia juga kalau anak didiknya sukses :)

Well, semoga bermanfaat ya!


0 Komentar