Selamat Jalan Pak Habibie... [Curhatanita]

Sumber foto : goodnewsfromIndonesia

Ciputat, 12 September 2019. Pada tengah malam ketika untuk ke 12 kalinya di bulan ini aku gagal melawan insomniaku. 

Sore hari kemarin, ketika badanku kelelahan usai pulang dari perpus kampus, dan hatiku tak karuan karena akhir-akhir ini sukar sekali memahami isi buku bacaan, adalah mengejutkan dan bikin hari semakin buruk tatkala membuka aplikasi instagram. Sebuah postingan dari akun IDNTimes terpampang nyata paling atas di beranda instagramku. 

Innalillahi wainna Ilaihi Rojiun, 
Telah berpulang ke Rahmatullah BJ. Habibie... 

Sedetik setelah melihat sekilas postingan itu, aku langsung mengclose instagram. Perasaanku semakiin menjadi-jadi tidak karuan. Oh, It's really not my day!! Hoax, ini pasti hoax lagi. Oh Tuhan. batinku menolak kenyataan. 

aku langsung membuka aplikasi detik.com. Sial, lagi eror sore itu. Aku lari ke whatsapp dan benar saja. Sejumlah teman telah memasang foto Prof Habibie dengan caption berkabung, mengucap selamat jalan dan doa agar diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, telah memenuhi janjinya kepada Tuhan untuk berpulang, bertepat Rabu, 11 September 2019, pukul 18.05, ba'da azan magrib berkumandang. 

Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jugalah kami kembali.

Sedih. 
Hatiku hancur rasanya. 

Memang, aku 'tidak kenal' apalagi dikenal oleh beliau. Tapi media massa telah memainkan perannya sebagai  penghubung yang baik, antara guru besar bangsa dan seorang anak muda yang bukan siapa-siapa. Lewat media, aku melihat kewibawaan beliau. Negarawan yang membawa kesejukan di tengah kegersangan. Seorang genius yang terhormat, alim, berwajah ramah, bermata jenaka kalau Mba Najwa Shihab bilangnya.  Gaya bicaranya yang kuanggap unik itu, adalah salah satu diantara yang kusukai dari sosoknya. 

B.J. Habibie, tentu saja, selain lewat media, sejak kecil aku sudah tahu bahwa Indonesia bangga memiliki sang Mr. Crack. Ayahku adalah seorang yang sering kali menyebut nama Presiden 517 hari itu, ketika aku dan saudara yang lain merasa kesusahan menghadapi suatu perkara, soal ujian misalnya. 

"Habibie itu bisa bikin kapal terbang..." begitulah kalimat sakti ayah. Terkandung makna tersirat di dalamnya Habibie, anak Indonesia, bukan main-main yang dibikinnya, kapal terbang, pesawat.. Bukan main mantap nya beliau. Rumit sekali itu pasti, tapi beliau bisa. Anak Indonesia lo! 

Maka aku membenarkan yang Pak Anies Baswedan katakan dalam cuitan di akun twitternya

Jutaan anak tumbuh dengan nasihat dari orangtuanya, "Belajar yang rajin, biar kalau besar nanti kamu pintar seperti Pak Habibie!"

Adalah kuyakini dan kuamini yang Prof Quraish Shihab katakan kepada Alm. BJ Habibie "Curahan rahmah Allah akan tertuju kepada bapak melalui pintu ilmu."

Dear Bapak Presiden Ke-3 negeri ini, selamat jalan, Pak. Selamat menuai balasan atas amal baik selama hidup di muka bumi. Semoga baktimu untuk bangsa berbalas surga. Amin. 

0 Komentar