Pengalaman Tes ETIC (TOEFL) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Biaya dan Tata Cara

Kemarin aku ikut tes ETIC, sejenis tes TOEFL atau tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara daring. Sebagai mahasiswa di kampus ini, tes ETIC dan TOAFL (Tes Bahasa Arab) konon menjadi salah dua syarat agar dapat mengikuti ujian akhir di penghujung masa studi. Nah, bcs blog ini isinya memang semau gue, jadi gapapa lah ya kalau aku share aja pengalamanku kemarin. Mana tau ada yang sedang mempertimbangkan untuk tes ETIC atau TOEFL di UIN Jakarta juga. Terlebih yang paling penting adalah tes ETIC juga dibuka untuk non mahasiswa UIN alias terbuka untuk umum. Jadi, siapa saja boleh mendaftar. 

Nah, Gimana Sih Soal-soalnya?

Of course, aku gak bakalan kasih tau soalnya apa aja, karena aku udah lupa dan aku gak mau ngelanggar 'kode etik' mahasiswa. haha apasih. Tapi aku bakalan kasih tau aja gambarannya gimana. 

Honestly, pengalaman ikut tes ETIC cukup menarik dan menyenangkan. Salah satu alasannyya adalah, soal-soal yang disajikan sangat dekat dengan keseharianku sebagai mahasiswa, muslim, dan rakyat Indonesia. (eh). Terkhusus listening section, soal-soalnya beneran dekat dengan kehidupan sehari-hari. Begitu juga dengan reading comprehension, topik yang disajikan 'kita banget lah pokoknya'. 

Beda ketika dulu aku ikut tes TOEFL di kampus lain, di mana soal-soalnya aku ngerasa betul-betul umum dan gak jauh beda dengan jenis soal yang ada di buku-buku Toefl. Dulu aku pernah tes dengan listening section yang if im not wrong, almost 30 soal sama persis kayak yang aku pelajarin di buku. hehe. Aku gak bermaksud compare ya. But the point that I want to say adalah, soal-soal ETIC UIN Jakarta lebih menyenangkan karena dekat dengan keseharian dan Pusat Bahasa sebagai penyelenggara kelihatan benar-benar serius bikin soalnya. Jadi gak cuma copy atau muterin Listening section dari buku-buku di luaran yang udah beredar. Gitu. 

Soal-soalnya sulit gak sih?

Mari kita sama-sama sepakat, bahwa tingkat kesulitan bagi masing-masing individu itu berbeda-beda. Kalau aku pribadi, karena udah lama gak belajar TOEFL dan skor yang aku dapetin kemarin gak tinggi-tinggi banget, aku gak bisa bilang soalnya mudah, tapi aku juga gamau bilang soalnya sulit banget. Intinya kalau rajin ngerjain soal latihan TOEFL, Insya Allah bisa deh.  

Oh iya, untuk jumlah soal hampir sama kayak tes TOEFL pada umumnya. 50 soal listening section, 50 soal reading comprehension. CUMAAA, aku agak lupa, seingatku Structure hanya 20 soal, bukan 40 kayak pada umumnya. Tapi betulan aku lupa :( please correct me If I'm wrong yaaaa. 

Biaya Ikut Tes ETIC Berapa?

Biaya ETIC bagi akademisi UIN Jakarta, baik mahasiswa ataupun dosen, adalah Rp. 75.000. Sedangkan bagi non mahasiswa UIN alias umum, biayanya Rp. 150.000. 

Tata Cara Pendaftaran

Selama masa pandemi ini, tes diselenggarakan secara online. Untuk pendaftaran, teman-teman bisa mampir ke webnya Pusat Bahasa UIN Jakarta. Di sana ada link form pendaftarannya.  


Cara pendaftaran



Setelah mengisi form, tinggal tunggu email dari Pusat Bahasa yang isinya nanti ada token atau kode untuk ujian dan tata cara gimana nanti pas ujiannya. 

Pokoknya ketika ujian, peserta diminta join di zoom untuk diawasi sekaligus diarahkan oleh pengawas ujiannya, sekaligus tentu aja yang paling penting diabsen terlebih dahulu dengan diminta menunjukkan KTM dan KTP. 

Ketika dapat email nanti juga ada petunjuk untuk instal aplikasi ujiannya. Pokoknya cek email aja deh kalo udah daftar!

Nilai dan sertifikat langsung jadi
Setelah selesai mengerjakan soal ujian, nanti dislide terakhir bakalan diminta menulis alamat email, agar nilai dan sertifikat bisa langsung dikirimkan secara otomatis saat itu juga. 


***
Nah itu dia pengalamanku tes ETIC di UIN Jakarta. Semoga bermanfaat ya! 

2 Komentar

Unknown mengatakan…
Salam kenal..mb sy mau tanya ttg cara perhitungan skore akhir ujian ETIC di uin apakah sm dg perhitungan skore toefle pd umumnya
Anita Sartika mengatakan…
wah, sy gak tahu kak cara perhitungannya gmna..